Tuhan jenius GIla!

July 17, 2008

Untuk saya keinginan adalah sesuatu yang terlampau manusiawi. Untuk saya keinginan adalah alasan kita bangun pagi dan mengerjakan sesuatu. Keinginan menjadi suatu adiksi, bahkan orang suci dalam pertapaannyapun masih dalam keadaan mengingini. Mereka ingin lepas dari segala keinginan duniawi, mereka ingin lebih dekat dengan dunia yang damai. Adiksi yang membawa kita sangat tinggi, dan saat adiksi itu terlalu banyak memenuhi kepala, muntahannya menjadi hal yang merepotkan. Itu menyakiti diri sendiri, dan kadang butuh orang lain untuk membereskan sisa kekacauannya.

Segala sesuatu di dunia ini diciptakan untuk saling melengkapi, ada kawan ada lawan, ada cinta dan sakit hati…begitupun dengan keinginan. Dalam keinginan, saya pelajari, saya juga merasakan kehilangan. Kamu ingin karir, kamu hilang waktu, kamu dalam percintaan, terkadang kamu kehilangan pertemanan. Manusia punya akal dan daya, katanya itu yang membuat kita mulia. Didalamnya terdapat lingkaran yang kita jaga. Saat akal daya berkembang, kita mendapat pengetahuan, kita mendapat banyak keinginan dan seribu probabilitas untuk mencapainya. Namun dalam lingkaran tersebut, saya juga menyayangkan, terkadang akal daya kita tak tumbuh berkembang sesuai dengan hati nurani. Lagi-lagi kembali berhenti saat kita berkaca, kita berdarah jika tergores, kita menangis untuk menyatakan keadaan diri yang sakit. Kita hanya manusia, dan isinya penuh dengan kesalahan. Akal dan daya adalah pita ukur kita untuk intelejensia, hati nurani adalah weker tanda bahaya yang terkadang volumenya lupa kita besarkan, dan masih ada satu senjata tanpa jaminan pengaman, namanya waktu. Tak akan berhenti terus berdetik, dan kita tahu, itu satu2nya yang terus berjalan tanpa bisa dibalikkan.

Keinginan dan kehilangan. Keinginan tercapai dalam jangka waktu tertentu, dan kehilangan akan disembuhkan dalam jangka waktu tertentu pula. Keinginan saya belum tercapai. Apa itu? Menuliskannya sangat sederhana, saya ingin menjadi manusia mandiri dan lebih kuat berdiri…waktu masih belum mengizinkan saya untuk memiliki keinginan itu secara utuh. Saya masih bisa tersenyum saat ini, karena itu satu2nya hal yang saya bisa lakukan, tersenyum pada waktu diseberang sana, berharap dia juga membalas senyuman saya, bukan dengan tawa yang mengejek. Apa keinginan kalian? Siapa diantara kalian yang bisa berdamai dengan waktu? Saya ingin tahu bagaimana caranya? Waktu telah ada, dan jauh lebih tua dari kehidupan itu sendiri, bahkan hingga kini, ilmuwan kita yang tepintarpun masih memberi label  tanda tanya pada waktu.

Sekarang soal kehilangan. Siapa yang pernah hidup tanpa pernah kehilangan? Sebentar saya fikirkan…bahkan dalam kisah dongeng yang indah, kehilangan adalah selalu jadi unsur cerita. Cinderella yang kehilangan sepatu, putri duyung yang kehilangan suara untuk mendapatkan kedua pasang kaki, rapunzel yang kehilangan tangga dalam era waktu tersebut (saya pikir naik tangga untuk memanjat menara jauh lebih simpel daripada harus memanjat gulungan rambut untuk memanjat), bahkan Hansel dan Gretel kehilangan arah karena remah roti yang mereka sebar habis dimakan burung. Lihat? Kehilangan mereka adalah awal untuk mendapatkan akhir cerita lebih indah (dalam dunia dongeng!).  cerita kehilangan telah menghiasi dongeng dunia masa kecil kita, mungkin agar kita terbiasa sedari awal…namun kenyataannya hingga kinipun kita terkadang tidak siap menghadapi kehilangan kita dengan baik. Kita tidak tinggal dalam dunia dongeng seperti itu, dunia yang ini punya bursa efek untuk saham yang naik turun, kita punya berita kriminal tiap hari di televisi, soal perkosaan, perampokan, pembunuhan, atau gabungan paket kombo dari ketiganya. Didunia kita, serigala tidak akan menyamar menjadi nenek yang tidur di pembaringan untuk membodohi kita agar kita dapat dijadikan makan malamnya. Serigala didunia kita terkadang memakai setelan jas yang rapih, bulu2nya hanya ada menyelimuti hatinya, dan mata kita tidak memiliki kekuatan sampai dapat melihat menembus kedalam dadanya.

Saya pikir, hati manusia jauuuuhhh lebih dalam, dan jauuuuh lebih luas dari hitungan dunia. Setiap kali kita sakit hati, kehilangan, dan dikhianati, hati kita seharusnya dihantam dengan benda tajam, harusnya hati robek setiap kali kita disakiti. Namun beberapa orang yang telah mengalami kemalangan berturut2 seperti itu dalam hidupnya masih bisa bernafas dan berjalan, dan tebak apa….hatinya masih utuh walau dirasakannya telah hancur berkeping2. Hati kita menampung semua rasa. Selama 23 tahun saya hidup, setiap harinya hati saya selalu siap menampung emosi yang berbeda, sedih, bahagia, patah hati, dan rasa bosan. Mengapa hati saya masih utuh? dimana saja dia simpan semua perasaan saya selama 23 tahun ini?  Isinya pasti rasa yang pasti bertabrakan satu sama lain, menyesakkan dada, namun mengapa tidak kunjung penuh? Mengapa belum meledak dan hancur hingga saat ini??? Ada saatnya saya pikir saya akan mati karena patah hati atau rasa sedih, namun esok harinya saya dapati saya kembali bangun dan semuanya masih baik2 saja…Didalam tubuh kita yang hanya sebegini, dimanakah hati mendapatkan kekuatan untuk dapat menjadi wadah yang anti benturan? Wadah yang begitu solid, namun sekaligus wadah yang penuh dengan rasa lembut dan kasih sayang?itu ciptaan tuhan yang paling dahsyat diantara semua mahakaryanya. Tuhan jenius gila!

Dan diantara keinginan dan rasa kehilangan, jangan takut lagi untuk jatuh cinta lalu sakit hati, atau untuk mencoba lalu lagi2 gagal. Kamu dahsyat didalam sana, kita sudah punya satu hati untuk selalu menyemayamkan semangat.  Itu recycle bin tercanggih dalam diri kita, unlimited storage, dilengkapi dengan segala feature yang otomatis ter’update tiap kali kita menyimpan rasa. Akal dan daya  adalah senjata dengan kaliber tercanggih, namun hati nurani? Itu virus biologis yang ebih efektif. Menular lewat udara, sentuhan, dan bahkan senyuman.

Manusia,  berjalan beriring, dengan dosa, dan dengan  hati. Itu artinya sebuah pensil dan penghapusnya. Mungkin manusia mustahil berdamai dengan waktu, kita selalu diburu, kita selalu kehilangan waktu. Namun hati? Dia masih ada didalam dada saat kita bahkan merasa kehilangan, mencarinya berarti memejamkan mata dan menunduk untuk mendengarkan suara nurani. Berdamai dengan hati, lalu mungkin waktu tak lagi berasa mengancam diujung sana.

Maaf saya pernah menjadi seseorang yang menyebalkan, maaf saya pernah memotong antrian yang penuh, maaf saya egois dan tidak mau meminjamkan barang yang saya miliki, maaf saya tidak berbagi rezeki di kala saya sedang lebih, maaf saya pernah bicara tentang kamu dibelakang saya, maaf saya mungkin pernah sangat mengecewakan, maaf saya pernah mengacuhkan semua yang tersenyum pada saya, maaf saya pernah menyakiti hati kalian dengan sengaja…tanpa saya jamin saya tak akan pernah mengulanginya lagi, karena saya manusia…masih akan ada kesalahan yang akan saya lakukan. Tapi saya tahu ini adalah keinginan saya untuk saat ini, untuk meminta maaf dengan hati, dari rasa yang paling dalam…dan ini mungkin sebuah keinginan yang pasti dilengkapi dengan kehilangan, karena mungkin beberapa dari kalian akan membuang muka dan tidak siap memaafkan. Tidak apa, saya tahu tidak mudah memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakitkan.

Namun hati saya masih disini, saya tunggu kalian datang lagi, untuk kembali mengisi hati saya dengan rasa terimakasih dan persahabatan  :)


*) Lihat, terkadang tidak semua isi kepala saya sampah..dalam setiap detik banyak hal dalam hidup yang saya masih fikirkan, dan kemudian tentu saja, bingung di detik berikutnya…karena itu, lebih baik kemudian nyampah aja lagi, hehehe. Jurnal saya untuk hari ini. Dari dalam hati, tanpa edit dan soktau, hanya mencoba menuliskan apa yang saya rasakan. Oke, sekian dulu yang serius, saya sudah siap nyampah2 lagi…Get set! Ready! and Go……………….!!!!

8 Responses to “Tuhan jenius GIla!”

  1.   Leavy said:

    haaaaaaaa
    serius niy…
    gw baru tahu lo punya perasaan pip, hahahahah.
    Tapi, terlepas dari itu semua, semua yg lo rasain itu….
    manusiawi…
    Mari, sini teteh peyuk…

  2.   Fifa said:

    oouuww..soo sweaat..sangat berkeringat..hihihihihihi…

  3.   Charina said:

    ada temen gue yang suka sm blog lo… namanya mas indra… skrg dia kerja di aussie… dia nitip pesen buat lo supaya bikin blog terus…

  4.   Fardhyan アクバル said:

    ha…. ha….. ha….
    akhir ya bisa juga otak lo ngeluarin yang bukan sampah fa, sampe merinding gw baca ya
    amazing…….
    sughoi……..
    hebat……..
    cuit… cuit…..

  5.   Fifa said:

    tumben muji, pasti abis ini ujan deras di bandung ni…

  6.   Leavy said:

    Pip, muengpeung ad fans tuh..
    lu tulis aja lagi sampah2 di blog lo. Tentang apa kek. Tapi paling mantap tentang pengalaman lo sebagai ketua Ikatan Wanita Pencita Rhoma Irama (Iwapri).
    Insyaallah, blog lo yg horor abis ini akan di pilemkan, dgn pemeran utama Suzzana, yg rambutnya mirip lo abis…
    amien..

  7.   wulan said:

    hah fifa.. tulisan ini jd menyadarkan gw akan sesuatu..gw lg terus2an berdiri di lingkaran absurb, antara keinginan dan kebutuhan, even gw gatau apa yg gw pengen. lg dijalan buntu, tp gw masi blum2 cr jalan keluar..
    smangat! cm kt itu yg gw lontarkan ke diri gw saat ini..
    buat lu juga.. cup cup muah

  8.   Fietter said:

    nice fifa…
    gw baru aja tau lo punya blog.
    seharusnya dari dulu lo bikin blog, biar ada wadah buat lo.
    keep writing fifa…. we’ll see…

Leave a Reply